Nama Kelompok:
1.
Yang Ayunita F. (201310230311281)
2.
Debi Redifta
jayafa (201310230311282)
3.
Diyah Retnowati (201310230311283)
4.
Dewi Anggrei P.A (201310230311284)
5.
Dela Vita Ramadani (201310230311285)
6.
Candra Dwi Wahzuni (201310230311286)
7.
Erik Hendro Putra T. (201310230311287)
Tugas Kelompok : Presetasi sikap kerja: OCB
Tanggal
Presentasi : Senin, 31 Maret
2014-03-15
Materi Presentasi : Sikap kerja: Komitmen, Kepuasan
kerja, Keterlibatan kerja, Ketertarikan kerja, dan OCB.
SIKAP
KERJA:
Organizational Citizenship Behavior
(OCB)
1.
Definisi Organizational Citizenship Behavior
(OCB)
Menurut
Paul Spector, Organizational Citizenship
Behavior (OCB) merupakan perilaku karyawan yang diarahkan untuk membantu
lawan kerjanya tanpa mengharap imbalan yang diperoleh oleh organisasinya.
Menurut Aldag & Resckhe (1997) OCB merupakan
kontirbusi individu dalam melebihi tuntutan perannya ditampat kerja. Sedangkan
menurut Organ (1988) OCB adalah perilaku yang bebas, tidak berkaitan secara
langsung, dan bisa meningkatkan fungsi efektivitas organisasi. Kesimpulannya
OCB merupakan perilaku individu atau karyawan yang sifatnya sukarela, tidak terpaksa
dalam mengedepankan kepentingan organisasi.
2.
Dimensi
Organizational
Citizenship Behavior (OCB)
Menurut
Organ, terdapat lima dimensi primer dari OCB, yaitu:
a.
Altruizm,
merupakan perilaku karyawan dalam membantu
rekannya tanpa ada paksaan yang berkaitan dengan operasional-operasional
organisasi.
b.
Civic
Virtue, merupakan pembuktian partisipasi sukarela
dan dukungan pada fungsi-fungsi organisasi.
c.
Conscientiousness,
merupakan kinerja dari persyaratan peran
yang harus melebihi standart.
d.
Courtesy,
merupakan kegiatan meringankan
masalah-masalah pekerjaan yang dihadapi
orang lain.
e.
Sportmanhip,
merupakan larangan-larangan yang bisa
merusak.
3.
Motif
yang Mendasari Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Menurut
McClelland manusia memiliki tingkatan pendektan motif dalam perilaku
organisasi, yaitu:
a.
Motif Berprestasi ®
mendorong untuk menujukkan kelebihannya dalam meningkatkan prestasi,
kesempatan, atau kompetisi di dunia pekerjaan.
b.
Motif Afiliasi ®
mendorong orang untuk mewujudkan, memelihara, dan memperbaiki hubungannya
dengan orang lain.
c.
Motif Kekuasaan ®
mendorong orang untuk mencari statusnya agar dapat mengontrol pekerjaan mereka
atau mengendalikan orang lain.
4.
Manfaat
Organizational
Citizenship Behavior (OCB) dalam Perusahaan
·
OCB dapat meningkatkan
produktivitas rekan kerja,
·
OCB dapat meningkatkan
sumber daya manajemen,
·
OCB dapat menghemat sumber
daya yang dimiliki manajemen maupun organisasi,
·
OCB dapat membantu
menghemat sumber daya langka,
·
OCB dapat menjadi sarana
efektif untuk mengkoordinasi kelompok-kelompok kerja,
·
OCB dapat meningkatkan
organisasi dengan menambah atau mempertahankan karyawan terbaik,
·
OCB dapat meningkatkan
kinerja organisasi,
·
OCB dapat meningkatkan
kemampuan organisasi untuk beradaptasi
dengan lingkungan baru,
KESIMPULAN
Individu yang memberi kontribusi pada keefektifan
organisasi dengan melakukan hal diluar atau peran utama mereka adalah asset
bagi perusahaan mereka. Contoh OCB adalah berkerja sukarela untuk aktivitas
pekrjaan ekstra, membantu rekan kerja dan membuat komentar positif mengenai
perusahaan. Seperti dibahas pada bab ini, OCB merupakan nilai organisasi karena
OCB tidak dipandang sebagai ukuran kerja tradisional. OCB masih bisa
mempengaruhi organisasi dengan mendukung aktivitas tugas yang ada dan
mempengaruhi evaluasi kinerja.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Sunarto. 2003. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Amus
2.
Luthans, F. 2006. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi
4.
Yuwono, I.;
Suhariadi, F.; Handoyo, S.; Fajrianthi.; Muhammad, B.S.; Separini, B.G. 2005. Psikologi
Industri & Organisasi. Surabaya: Unair
Tidak ada komentar:
Posting Komentar