Menurut Fuad
(2007) teamworkadalah satu tubuh yang
memiliki perasaan, tujuan, dan kekuatan.
MenurutJawad
(2006) teamwork berasal dari bahasa
asing yang terdiriatas 2 kata yaituteam
dan work.Team (tim) yang berarti kelompok dan work adalah kerja. Team adalah sekumpulan orang berakal
yang terdiri atas 2, 5, hingga 20 orang dan memenuhi syarat terpenuhinya
kesepahaman sehingga terbentuk sinergi antara berbagai aktivitas yang
dilakukananggotanya.Dalamhalini yang menjadicatatanpentingadalahistilahteam dangroup memilikiperbedaanmaknameskipunkeduanyamemilikiarti kata yang
samayaitukelompok. Menurut Levi (dalamBachroni, 2011) group memilikipemimpin yang berkuasapenuh, tanggungjawabsecara
individual, tujuandiidentikkansebagaitujuankelompokdanorganisasi, sertaprodukkerjasecara
individual.Berbedahalnyadenganteam, merupakanperputaranperanpemimpin,
tanggungjawabsecaraindividudanbersama, memilikivisidantujuan yang spesifik,
sertaadanyapemberianumpanbalik.Workadalahkegiatan
yang dijalanan oleh tiap individu yang telah memenuhi syarat kesepahaman
didalam team itu sendiri.Sehinggadapatdiketahuibahwateamwork merupakan suatu kerja samaantara 2 sampai 20 orang yang
telahmemenuhisyaratuntukdapatmencapaikesinergiandansalingmemengaruhisatusamalainnya.
KEKUATANTEAMWORK (KERJA SAMA)
Menurut Wilkes
(dalam Maxwell,2010) terdapatkekuatanyangdihasilkandariteamwork (kerjasama) diantaranyaadalahsebagaiberikut:
1.
Denganjumlah
orang yang lebihdarisatu, makaakanlebihbanyaksumberdaya, ide, danenergi.
2.
Mampumemaksimalkanpotensidanmeminimalkankelemahansebabkekuatandankelemahanakanjauhlebihterlihatketikahanyaseorangdiri.
3.
Sudutpandangmengenaicarapemenuhankebutuhanataumencapaitujuanmenjadilebihluas.
4.
Adanyaketerkaitanemosional,
salingberbagikebanggaandalamkemenanganserta rasa bersalahdalamkekalahan.
5.
Meningkatkan
rasa tanggungjawabsebabindividusalingterkaitsatusama lain.
6.
Hasiljauhlebihbesardibandingkanyandihasilkansecara
individual.
CARA
MEMBANGUN TEAM WORK (KERJA SAMA)
1. Mengenali
diri sendiri dan memahami orang lain
sebelum individu
itu membentuk satu team individu
tersebut harus mengenali pribadinya, kemampuan, minat, dan kekuranganya sendiri
terlebih dahulu sebelum mengenali pribadi orang lain.
2. Membangun
sikap saling percaya (Trust):
Suatu penelitian
menunjukan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh yang nyata pada efektiviatas
pada kelompok. Pemimpin dan anggota team
harus saling mendorong pengembangan diri dan mendorong terciptanya kepercayaan
pada tiap anggota dan mengahargai rekan satu team.
3. Tidak
merendahkan kemampuan orang lain
4. Memiliki
pemimpin yang bertanggung jawab
Pemimpin yang
bertanggung jawab adalah pemimpin yang memahami dan mengomunikasikan visi team, menetapkan sasaran team, menjadi teladan bagi bawahanya,
menujukan jalan yang harus dilalui dan memotivasi anggota team.
5. Membentuk
sistem komunikasi yang efektif
Komuniikasi yang
baik akan mempercepat peneyelesaian permasalahan yang ada serta mengarahakan
pada performa yang semakin baik.
6. Menentukan
peran dan tugas yang tepat bagi individu
7. Membuat
aturan main yang disepakati
Tujuan utama
dari aturan tersebut adalah untuk menjaga arah kerja guna mencapai visi misi
yang sama jika tidak ada aturan maka para anggota bertindak seenaknya
mengatasikonflik yang terjadi.
8. Mengatasi
konflik yang terjadi
Dalam organisasi
harus mencari jalan keluar yang terbaik untuk mengatasi konflik dalm
kepentingan bersama dan tidak memihak padasalahsatupihak.
KESALAHAN
KESALAHAN TEAM WORK (KERJA SAMA)
1. Tidak
memiliki visi dan misi yang jelas
2. Tidak
memiliki pemimpin yang efektif
Pemimpin yang
tidak efektif dapat terjadi karena salah memilih orang, tidak dapat menemukan
dan mengatasi permasalahan yang muncul, serta pemimpin tidak mampu mengevaluasi
kemajuan untuk mencapai tujuan.
3. Saling
menyalahkan jika terjadi permasalahan
Fokuslah
terhadap penyelesaian jalan keluar permasalahan yang dihadapi sebab saling
menyalahkan hanya akan menguras energi
4. Tidak
adanya pembagian peran dan tugas
Pada suatuteam jika tidak adanya pembagian peran
dan tugas ayang baik, hal tersebut disebabkan karena tidak efektifnya pemimpin
yang ada.
5. Ingin
menang sendiri (individualis)
Di dalam suatu team, ketika anggota tidak dapat
bersikap sebagai sebuah team, maka
dapat di tawarka opsi berubah atau mengundurkan diri.
6. Tidak
melaksanakan hasil kesepakatan bersama
Apabila aturan
atau kesepakatan tidak dilaksanakan, maka hal ini menjadi ciri sikap
pembangkangan individualis. Untuk menyikapinya maka pemimpin harus tegas untuk
memberikan punishment (sesuai
kesepakatan)
7. Tidak
mau menerima kekurangan anggota yang lain
Pada dasarnya
setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu yang perlu di
fokuskan dalam sebuah team adalah
memaksimalkan kelebihan sehingga dapat menjadi kekuatan team
8. Tidak
adanya evaluasi (controlling)yang efektif dan berkesinambungan
Ketika tidak ada
kontrol, kerja anggota menjadi tidak terarah sehingga dengan adanya fungsi
kontrol maka kerja team akan lebih
efektif
9. Penyelesaian
konflik internal yang berlarut – larut
10. Tidak
adanya motivasi dalam team
11. Tidak
adanya penghargaan (reward)
DAFTAR
PUSTAKA
Bachroni,M.
2011. PelatihanPembentukan Tim
untukMeningkatkanKohesivitas Tim padaKopertis V Yogyakarta.Diaksespadatanggal
7 April 2014 dari (http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/20).
Fuad, I. A. & Sigit, M. 2007.Teamwork Games. Bandung: Progressio.
Jawwad, A. A. 2006. Manajemen Teamwork. Bandung: PT. Syaamil
Cipta Media.
Kreitner, R. & Kinicki, A.
2005. Perilaku Organisasi Edisi 5. Jakarta:
SalembaEmpat.

uraian yang bagus tentang team work. terimakasih
BalasHapus